KOMPAS ANALOG

1.1.      Pengertian Kompas

Definisi kompas. Kompas berasal dari bahasa Latin yaitu Compassus yang berarti jangka. Kompas merupakan alat penentu arah mata angin. Kompas tediri atas magnet jarum, yang dapat berputar bebas. Kutub-kutub magnet ini selalu menunjuk arah utara-selatan walaupun tidak tepat benar (karena adanya sudut deklinasi). 

Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah. 

Sekstan adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur sudut antara dua benda yang terlihat.  Penggunaan utamanya adalah untuk menentukan sudut tinggi (elevasi) antara objek langit dan cakrawala.  Membuat pengukuran ini dikenal sebagai melihat objek, menembak objek, atau mengambil pandangan dan itu merupakan bagian penting dari navigasi langit. Sudut, dan waktu ketika diukur, dapat digunakan untuk menghitung garis posisi di laut. 

Penggunaan umum dari sekstan adalah mengukur elevasi matahari di siang hari dan untuk mengukur elevasi (ketinggian) sudut di malam hari dari pesawat cakrawala pada bintang Polaris untuk menemukan lintang posisi navigator.

Ada banyak kompas yang digunakan dalam kegiatan di alam, tentunya masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Macam-macam kompas yang digunakan antara lain, kompas lensa, kompas silva, dan kompas prisma. Hal-hal yang diperhatikan sebelum menggunakan kompas yaitu:

  1. Set semua kompas yang akan digunakan seragamkan dengan kompas yang standar). Untuk cheking yang mudah yaitu menuju titik triangulasi (Titik-titik kerangka dasar horizontal buatan Belanda), dengan catatan daerah tersebut telah kita ketahui SPM-nya missal (00 0’ 0”). Plot salah satu tanda medan yang terlihat jelas dari triangulasi dan juga terdapat pada peta,  catat besar sudut pada petanya, missal: 500. Untuk kompas standar, besar sudut bila kita membidik tanda medan tersebut dan titik’ triangulasi, dengan catatan daerah tersebut juga harus sebesar 50’. (catatan: cara membidik dan plotting sudah benar)
  2. Perhatikan angka-angka pembagian derajat yang terdapat pada piringan kompas (untuk keseragaman sebaiknya menggunakan kompas dengan pembagian derajat sampai 3600). Apabila pemakai menggunakan kompas dengan pembagian derajat 6.400, maka dilapangan kita harus menghitung lagi.

1.1.1   Kompas Lensa

Kompas lensa merupakan kompas yang dilengkapi dengan lensa biconcave yang berfuungsi untuk mempermudah dalam pembacaannya. Bahan lensa ini dapat dibuat menggunakan logam atau fiber. Kelebihan dari kompas lensa ini yaitu:

  1. Keringanannya sehingga mudah untuk dibawa dan digunakan, selain itu harganya yang cukup murah.
  2. Memiliki pengait untuk memudahkan dalam mendatarkan kompas tersebut.

Kompas lensa mempunyai dua kekurangan. Kekurangan dari kompas lensa itu sendiri adalah:

  1. Piringan kompas mudah sekali bergerak sehingga mempersulit pengguna dalam penghitungan besar sudut kompas.
  2. Skala pada kompas tiap dua strip/garis mewakili dua skala, validitas pengukuran besarnya sudut kompas kurang, terutama untuk pengukuran sudut kompas dengan angka ganjil, pengukuran berdasarkan perkiraannya saja.

1.1.2   Kompas Silva

Kompas ini sering disebut juga kompas orientasi, ini disebabkan oleh kemudahan dalam penggunaan orientasi medan. Kompas ini biasa digunakan oleh para pelaut yg sedang berlayar dan tentara dalam menentukan letak geografis musuh atau sasarannya. Kompas ini mempunyai tanda panah penyesuai yang terdapat di dasar piringan kompas, dilengkapi pula dengan cermin, selain itu disekitar piringan kompas terdapat konektor dan penggaris. Kelebihan dari kompas Silva, yaitu:

  1. Memiliki cermin untuk memudahkan pembacaan dan pembidikian.
  2. Dilengkapi dengan penggaris (mm dan inchi).
  3. Untuk jenis tertentu memiliki kaca pembesar dan konektor untuk peta berskala 1: 25.000 dan 1:50.000.
  4. Untuk jenis tertentu dilengkapi dengan lensa pembidik.
  5. Dapat digunakan untuk mengukur besar sudut peta (pengganti busur derajat).

Kompas Silva mempunyai dua kekurangan. Kekurangan dari kompas silva itu sendiri adalah:

  1. Untuk membuat kompas tersebut datar pemakainya harus menggunakan alat bantu yang datar.
  2. Apabila membidik besar sudut kompas tidak dapat langsung diketahui.

1.1.3   Kompas Prisma

Kompas ini memiliki prisma pada bagian dekat dengan pengait. Kompas ini terbuat dari bahan logam, dengan jarum kompas mengandung zat phosphoric yang akan memudahkan pembacaan sudut bila pada tempat gelap. Kelebihan dari kompas Silva, yaitu:

  1. Besar sudut bisa langsung dibaca oleh prisma.
  2. Dapat langsung diketahui azimuth dan back azimuth-nya.
  3. Mudah digunakan dan mudah didatarkan.

Kekurangan dari kompas prisma ini adalah terbuat dari logam berat.

1.1             Kalibrasi Kompas

Kalibrasi kompas merupakan standarisasi antara satu kompas dengan kompas yang lain yang sudah dikalibrasi atau lebih akurat. Contoh, kita akan mengkalibrasi dua buah kompas yaitu a dan b. Kemudian kita menggunakan kompas c sebagai standar. Untuk sasaran bidikan kita gunakan bukit X. Maka lakukan langkah:

  1. Bidikan kompas C ke arah bukit X, dan catat sudut kompas misalnya: 450.
  2. Bidikan kompas A dan B ke arah bukit X, dan catat sudut kompasnya misalnya: A = 470 dan B = 420

Maka kalibrasi kompas A adalah 470 – 450 = 2 (selisih), jadi untuk hasil kompas A dimedan harus dikurangi 20 dari kompas standar atau kompas C. sedangkan untuk kalibrasi kompas B adalah 420 – 450 = – 30 (selisih), jadi untuk hasil kompas A dimedan harus dikurangi  -30 dari kompas standar atau kompas C. Dan yang terakhir untuk menjadi catatan untuk menghindari terjadinya penyimpangan sudut kompas pada ikhtilafnya maka harus dihindarkan dari:

  1. Senjata berat sejauh 60 meter.
  2. Senjata ringan sejauh 40 meter.
  3. Pagar kawat sejauh 10 meter.
  4. Pisau, parang dan loham kecilnya sejauh 3 meter atau lebih

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: