PERKEMBANGAN INDUSTRI TEKSTIL BERBANDING TERBALIK DENGAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Maret 18, 2014

Yusuf Iskandarsyah (30409895)

3id05

1.         PENDAHULUAN
            Lingkungan dan kegiatan di industri merupakan serangkaian hal yang tidak dapat dipisahkan, walaupun pada kenyataannya kedua hal tersebut melakukan simbiosis parasitisme. Lingkungan menyediakan beberapa sumber daya alam bagi kegiatan industri secara gratis, tetapi kegiatan industri biasanya merusak lingkungan yang ada disekitarnya. Hal tersebut justru sangat merugikan satu pihak saja, yaitu lingkungan.
            Kesadaran bahwa lingkungan merupakan hal yang penting, mulai diterapkan oleh beberapa pelaku industri di Indonesia. Tidak hanya pelaku industri, melainkan pemerintah juga turut andil dalam penanganan mengenai masalah lingkungan. Pemerintah Negara Indonesia membuat suatu peraturan baru untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya yaitu AMDAL. Peraturan tersebut kemudian menjadi syarat yang wajib ada bagi perusahaan yang akan mendirikan pabrik barunya.
            Seperti yang dikemukakan oleh Bakohumas (2012), bahwa industri tekstil di Indonesia terus berkembang. Jika dilihat dari dunia fashion yang terus berinovasi menampilkan suatu tren yang baru diseluruh dunia, maka tidak heran kalau hal tersebut berdampak pula pada perkembangan industri tekstil. Bandung misalnya, memiliki banyak sekali distro yang berjajar di sepanjang jalan Ciampelas. Hal tersebut menunjukkan bahwa minat penduduk Indonesia akan produk tekstil sangatlah tinggi. Namun kebanyakan industri tekstil yang ada, tidak baik dalam hal penanganan hasil produk samping yang dihasilkan. Produk samping yang dimaksud yaitu limbah hasil proses produksi yang dilakukan. Limbah cair yang berasal dari pewarna tekstil biasanya langsung dibuang tanpa diolah terlebih dahulu ke sungai. Hal ini tentunya akan mencemari sungai yang ada, dikarenakan terdapat unsur-unsur pewarna tekstil yang mengandung senyawa benzene. Turunan dengan senyawa tersebut, tentunya dapat mencemari lingkungan dan merugikan manusia. Oleh karena itu, penanganan hasil produk samping industri tekstil harus sejalan dengan pengetahuan lingkungan.
2.         TINJAUAN PUSTAKA
            Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar pedoman untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan. Bicara mengenai lingkungan pada dasarnya adalah berbicara mengenai mutu lingkungan. Namun dalam hal itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidaklah jelas, karena tidak diuraikan secara eksplisit. Mutu lingkungan hanyalah dikaitkan dengan masalah lingkungan, misalnya pencemaran, erosi, dan banjir. Dengan kata lain mutu lingkungan itu diuraikan secara negatif, yaitu apa yang tidak kita kehendaki, seperti air tercemar. Agar kita dapat mengelola lingkungan dengan baik, kita tidak saja perlu mengetahui apa yang tidak kita kehendaki, melainkan juga apa yang kita kehendaki. Dengan demikian kita dapat mengetahui kearah mana lingkungan itu ingin kita kembangkan untuk mendapatkan mutu yang kita kehendaki (Santoso, 1999).
            Pada proses produksinya, industri tekstil tidak terlepas dari yang namanya zat warna. Zat tersebut tentunya sangat berguna untuk memberikan nilai estetika tersendiri bagi tekstil yang nantinya akan dihasilkan.
            Jenis zat warna yang paling banyak digunakan oleh industri adalah zat warna reaktif dan zat warna dispersi. Hal tersebut digunakan karena bahan tekstil yang biasa dipakai terbuat dari serat sintetik polyester, sehingga untuk pewarnaan hanya dapat dicelup dengan zat warna dispersi. Sementara zat warna reaktif biasa untuk mewarnai kapas. Salah satu jenis zat warna reaktif yaitu zat warna azo yang merupakan jenis zat warna sistetis yang cukup penting. Lebih dari 50% zat warna dalam daftar Color Index adalah jenis zat warna azo (Manurung, 2004).
            Pencemaran lingkungan akibat industri tekstil adalah berupa pencemaran debu yang dihasilkan penggunaan mesin berkecepatan tinggi dan limbah cair yang berasal dari tumpahan dan air cucian tempat pencelupan larutan kanji dan proses pewarnaan. Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkajian, penghilangan kanji, penggelantangan, merseriasi, pewarnaan, percetakan dan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan kapas menghasilkan limbah yang lebih banyak daripada limbah dari proses penyempurnaan bahan sintesi (Manurung, 2004).
            Seperti yang dikemukakan oleh Suhendra (2013), bahwa daerah Majalaya adalah salah satu sentra industri tekstil di provinsi Jawa Barat yang mayoritas industri tekstil menghasilkan air limbah berlokasi. Air limbah yang dihasilkan dibuang ke sungai Citarum Hulu. Proses pencelupan dan pencapan dalam industri tekstil menghasilkan air limbah yang mengandung sisa pewarna tekstil. Pewarna tekstil yang paling banyak digunakan adalah pewarna azo. Biodegradasi azo oleh bakteri pada kondisi anaerobik menghasilkan berbagai senyawa anilin sebagai produk metabolit, diantaranya adalah kloroanilin yang bersifat persisten, karsinogenik, dan mutagenik. Hasil analisis total anilin pada sampel air limbah tekstil di Keceamatan Majalaya setelah mengalami biodegradasi anaerobik oleh bakteri menunjukkan keberadaan total anilin tertinggi sebesar 14,46 mg/l, dan total anilin tertinggi sampel air pada sungai Citarum Hulu di Kecamatan Majalaya sebesar 3,58 mg/l. Di ujung Sungai Citarum Hulu, terdapat total anilin tertinggi sebesar 1,825 mg/l pada endapan/sedimen sungai. Sedangkan hasil analisis kloroanilin menunjukkan pada sampel air limbah tekstil di Kecamatan Majalaya setelah mengalami biodegradasi anaerobik oleh bakteri menunjukkan keberadaan 2-kloroanilin (2-CA) tertinggi sebesar 25,97 µg/l dan 4-CA tertinggi sebesar 153,00 µg/l, dan pada sampel air sungai Citarum Hulu di Kecamatan Majalaya didapatkan 2-CA tertinggi sebesar 6,87 µg/l dan 4-CA tertinggi sebesar 9,06 µg/l. Di ujung sungai Citarum Hulu, didapatkan 4-CA pada sedimen sungai sebesar 5,05 µg/l. Keberadaan total anilin dan kloroanilin baik pada air limbah tekstil dan air sungai Citarum Hulu di Kecamatan Majalaya maupun pada sedimen sungai di ujung sungai Citarum Hulu merupakan indikasi terjadinya biodegradasi azo dari air limbah tekstil secara anaerobik.
Tujuan peningkatan kesadaran lingkungan ialah, memasyarakatkan lingkungan hidup, jadi bukan sekedar menanamkan pengertian masyarakat kepada permasalahannya saja. Tetapi terutama membangkitkan partisipasi untuk ikut memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Yang diperlukan adala masyarakat yang aktif mengawasi lingkungan hidup, di samping menjaga lingkungan sendiri secara langsung (Santoso, 1999).
Peningkatan kesadaran sebagaimana juga semua usaha yang menyangkut lingkungan hidup harus berpacu dengan waktu sebab peruskan-perusakan masih terus berlanjut dan meningkat. Karena daya terbatas dan sarana yang khusus ini tidak ada, usaha dilakukan melalui sarana informasi yang telah ada dan terutama diarahkan kepada lembaga–lembaga dan kelompok–kelompok masyarakat yang strategis (Santoso, 1999).
Oleh karena terjadi suatu peningkatan usaha pembangunan maka akan terjadi pula peningkatan penggunaan sumber daya untuk menyokong pembangunan dan timbulnya permasalahan–permasalahan dan lingkungan hidup manusia. Dalam pembangunan, sumber daya alam merupakan komponen yang penting dimana sumber daya ala mini memberikan kebutuhan azasi bagi kehidupan. Dalam pembangunan sumber alam tadi, hendaknya keseimbangan ekosistem tetap terpelihara. Seringkali karena menigkatnya kebutuhan akan hasil proyek pembangunan, keseimbanganini bisa terganggu, yang kadang–kadang bisa membahayakan kehidupan umat manusia. Proses pembangunan mempunyai akibat–akibat yang lebih luas terhadaplingkungan hidup manusia, baik akibat langsun maupun akibat sampiingan seperti pengurangan sumber kekayaan alam secara kuantitatif dan kualitatif, pencemaran biologis, pencemaran kimiawi, gangguan fisik dan gangguan sosial–budaya (Santoso, 1999).
3.         KESIMPULAN
            Perkembangan industri tekstik berbanding terbalik pengetahuan lingkungan. Hal tersebut dapat dilihat pada sungai citarum yang tercemaroleh limbah tekstil seperti yang dikemukakan oleh Edward Suhendra (2013). Limbah tersebut pula juga akan mengakibatkan pada rusaknya ekosistem di bawah sungai dan menimbulkan tumbuhan eceng gondok. Efek lain yang akan ditimbulkan bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi manusia yang berada dalam lingkungan yang tercemar tersebut. Manusia yang mengkonsumsi air dari sungai yang tercemar juga akan mendapatkan penyakit kulit, seperti gatal. Sebenarnya, seluruh industri tekstil membutuhkan pengetahuan mengenai lingkungan. Oleh karena itu, penanganan hasil produk samping akan lebih baik lagi.
Bakohumas. 2012. Kemenperin: Industri Tekstil Terus Berkembang di Indonesia. http://bakohumas.kominfo.go.id/news.php?id=1115
Christian, Handy dkk. 2007. Kemampuan Pengolahan Warna Limbah Tekstil oleh Berbagai Jenis Fungi dalam Suatu Bioreaktor. http://ppprodtk.fti.itb.ac.id/tjandra/wp-content/uploads/2010/04/Publikasi-no-88.pdf. Institut Teknologi Sepuluh November
Manurung, Renita dkk. 2004. Perombakan Zat Warna Azo Reaktif Secara Anaerob – Aerob. http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-renita2.pdf. Universitas Sumatera Utara
Santoso, Budi. 1999. Ilmu Lingkungan Industri. Jakarta: Gunadarma

Suhendra, Edward. 2013. Potensi Keberadaan Kloroanilin Sebagai Zat Pencemar Akibat Air Limbah Industri Tekstil di Sungai Citarum Hulu.http://eprints.undip.ac.id/41996. Universitas Dipenogoro

Luas Lantai Perusahaan

November 5, 2012
  1. Apa yang anda ketahui tentang Luas lantai ?

Jawab : Luas Lantai Perencanaan luas lantai dari tempat kerja didapat setelah kita mengetahui jumlah mesin yang dibutuhkan, ukuran bahan dan juga ukuran tiap mesin. Lantai yang akan dihitung luasnya terdiri dari lantai produksi, gudang komponen pembantu, gudang bahan pembantu, gudang bahan baku dan gudang barang jadi.

Ref: http://wartawarga.gunadarma.ac.id

 

  1. Apa yang dimaksud dengan  fixed layout dan process layout ?

Jawab :  Fixed layout yaitu Metode pengaturan dan penempatan dari segala material/komponen produk yang utama akan tinggal tetap pada posisi/lokasinya sedangkan fasilitas produksi seperti tools, mesin, manusia serta komponen-komponen kecil lainnya akan bergerak menuju lokasi material atau komponen produk utama tersebut.

Process layout yaitu tipe layout yang biasa digunakan dengan mengelompokkan tiap jenis mesin dalam satu kelompok untuk melaksanakan jenis pekerjaan yang sejenis.

Ref : http://unicom.ac.id

 

  1. Sebutkan data yang digunakan dalam menghitung luas lantai bahan baku model tumpukan dan luas lantai mesin!

Jawab :   Data yang diperlukan dalam perhitungan luas lantai bahan baku model tumpukan diperlukan data-data seperti nomor komponen, nama komponen, jumlah komponen per-perakitan, tipe material, ukuran potongan, produksi per-jam dan efisiensi bahan. 

Untuk memberikan gambaran dari cara penyimpanan bahan baku di gudang, maka perlu digambarkan bagaimana cara penumpukan material tersebut, sehingga luas lantai yang dipakai sesuai dengan hasil perhitungan.

Ref : http://wartawarga.gunadarma.ac.id

 

  1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam luas lantai!

Jawab : 

  1. Luas lantai gudang bahan baku (Receiving) adalah luas lantai yang dipergunakan untuk menyimpan bahan baku atau material yang akan digunakan dalam produksi. Luas lantai gudang bahan baku terbagi menjadi dua model, yaitu model Tumpukan dan model Rak. Untuk memberi gambaran dari cara penyimpanan bahan baku digudang, maaka diperlukan gambar bagaimana cara penyimpanan materialtersebut (baik model Tumpukan maupun model Rak), sehingga luas lantai yang dipakai sesuai dengan hasil perhitungan.
    1. Luas lantai barang jadi (shiping) Data yang diperlukan dalam perhitungan luas lantai gudang barang jadi (Shipping) antara lain adalah: nomor komponen, nama komponen dan tipe barang jadi. Langkah-langkah perhitungan luas lantai gudang barang jadi adalah sebagai berikut:
  • Tentukan Allowance.
  • Tentukan total luas lantai.
    • Tentukan produksi jadi per satuan periode, yaitu produk yang dihasilkan untuk periode tertentu didasarkan pada produksi per jam dari perusahaan.
    • Tentukan volume kemasan total, yaitu volume kebutuhan untuk produk jadi per periode tertentu.
    • Tentukan luas lantai, yaitu lahan yang dibutuhkan berdasarkan volume kemasan.
    • Tentukan ukuran kemasan yaitu ukuran atau dimensi dari kemasan untuk tempat produk jadi perusahaan
    1. Luas lantai mesin (Pabrikasi dan Assembling) juga perlu perhitungan dalam perencanaan tata letak fasilitas dan pemindahan bahan. Data yang diperlukan dalam perhitungan luas lantai antara lain adalah:
    • Nama Mesin / Peralatan
    • Jumlah Mesin / Peralatan
    • Ukuran Mesin / Peralatan

    Data ini dapat diperoleh dari Multi Product Process Chart (MPPC).Pada luas lantai mesin juga perlu diperhatikan luas toleransi dan allowancenya. Luas toleransi diberikan untuk jalannya aliran produksi sehingga tidak mengalami kesulitan sewaktu proses produksi berjalan, dan luas allowance diberikan untuk jalannya alat-alat pengangkut bahan dan barang.

    1. Perhitungan luas lantai barang jadi adalah tempat penyimpanan produk yang telah selesai proses produksinya kemudian produk

    tersebut disimpan. Luas lantai barang jadi terdiri dari dua macam komponen kemasan yaitu kemasan isi dan kemasan kosong .

    Ref : http://wartawarga.gunadarma.ac.id dan http://unicom.ac.id

     

    1. Apa yang anda ketahui tentang toleransi bahan serta faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam mencantumkan besarnya toleransi bahan?

    Jawab : Luas toleransi diberikan untuk jalannya aliran produksi sehingga tidak mengalami kesulitan sewaktu proses produksi berjalan, dan luas allowance diberikan untuk jalannya alat-alat pengangkut bahan dan barang Prosedur untuk menghitung kebutuhan luas lantai, yaitu:

    1. Masing-masing pada stasiun kerja diukur panjang dan lebarnya, hal ini dilakukan untuk menentukan luas seluruh mesin, yaitu kebutuhan lahan untuk meletakan sejumlah mesin yang sejenis.
    2. Menentukan toleransi bahan, yaitu kelonggaran yang diberikan untuk penyimpanan sementara bahan yang akan diproses. Perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya toleransi bahan adalah ukuran material bahan dan karakteristik material bahan.
    3. Panjang dan lebar mesin, masing-masing diberi kelonggaran, untuk memberikan ruang bagi barang setengah jadi (Work In Process, WIP), operator atau mungkin tempat peralatan. Total panjang dan total lebar dari mesin, luas per mesin dan luas seluruh mesin dapat dihitung dengan rumus:
  • Tinggi tumpukan sebesar 1 meter
  • Luas Lantai            =  

                                          = … m2

  • Allowance 200%    =  Luas Lantai x Allowance 200%
  • Total Luas Lantai   = Luas lantai + Allowance 200%

                                    = … m2

Ref: Diktat, 2010

 

 

 

 

 

 

KEWIRAUSAHAAN

November 5, 2012
  1. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan, berasal dari bahasa apakah? Sebutkan pula artinya?

Jawab: Mungkin dari kita sudah tidak asing dengan kata kewirausahaan, namun apakah kewirausahaan itu. Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.[rujukan?] Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian.

Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

 

  1. Apa yang dimaksud dengan wirausahawan, dan sebutkan tiga jenis perilakunya?

Jawab:

Wirausahawan adalah seorang katalisator. Mereka adalah orang-orang yang melakukan tindakan sehingga suatu gagasan bisa terwujud menjadi suatu kenyataan. Mereka menggunakan kreativitasnya untuk senantiasa melakukan pengembangan yang bersinambungan. Wirausahawan didefinisikan oleh David E. Rye sebagai seorang yang mengorganisasikan dan mengarahkan usaha dan pengembangan baru, memperluas dan memberdayakan suatu perusahaan/organisasi, untuk memproduksi produk baru atau menawarkan jasa baru kepada pelanggan baru dalam suatu pasar yang baru.

 

 

Dalam bahasa Joseph Schumpeter, wirausahawan didefinisikan sebagai orang yang memperbaiki orde ekonomi yang sudah ada dengan memperkenalkan produk (barang dan jasa) baru, dengan menciptakan organisasi baru, atau dengan mengeksploitasi bahan baku baru (Bygrave, 1996: 1). Definisi lain tentang wirausahawan yang dipresentasikan oleh William D. Bygrave adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave, 1996: 2).

Karakteristik yang dimiliki oleh seorang wirausaha memenuhi syarat-syarat keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan/organisasi, seperti inovatif, kreatif, adaptif, dinamik, kemampuan berintegrasi, kemampuan mengambil risiko atas keputusan yang dibuat, integritas, daya-juang, dan kode etik niscaya mewujudkan efektivitas perusahaan/organisasi.

  1. Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke 18. Apa yang menjadi kunci penting seorang wirausahawan? Sebutkan Karakteristiknya menurut Mc Clelland dan karakteristiknya yang sukses dengan n Ach tinggi.

Jawab:

Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland ada 9 yaitu:

  • Keinginan untuk berprestasi.
  • Keinginan untuk bertanggung jawab.
  • Preferensi kepada resiko-resiko menengah.
  • Persepsi kepada kemungkinan berhasil.
  • Rangsangan oleh umpan balik.
  • Aktivitas energik.
  • Orientasi ke masa depan.
  • Keterampilan dalam pengorganisasian.
  • Sikap terhadap uang.

Sedangkan, karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi yaitu:

  • Kemampuan inovatif.
  • Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity).
  • Keinginan untuk berprestasi.
  • Kemampuan perencanaan realistis.
  • Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan.
  • Obyektivitas.
  • Tanggung jawab pribadi.
  • Kemampuan beradaptasi.
  • Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator.

 

  1. Sebutkan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, dan berikanlah contoh masing-masing!

Jawab:

  1. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)

n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.

  1. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)

Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.

  1. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.

  1. Sebutkanlah sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru!

Jawab: biasanya sumber-sumber gagasan peluang usaha baru bisa muncul ketika:

v  Kebutuhan akan sumber penemuan.

v  Hobi atau kesenangan pribadi.

v  Mengamati kecenderungan-kecenderungan.

v  Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.

v  Kegunaan lain dari barang-barang biasa.

v  Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

 

  1. Sebutkan unsur-unsur analisa pulang pokok!

Jawab: analisa pulang pokok yaitu:

  1. Biaya tetap merupakan biaya yang harus ditanggung oleh pihak perusahaan walaupun jumlah permintaan produksi menurun.
  2. Biaya variabel adalah biaya yang apabila permintaan akan jumlah produksi berturun juga biaya variabelnya atau tidak tetap.
  3. Biaya total adalah biaya yang dikeluarkan untuk ongkos produksi. Baik itu biaya tetap maupun biaya variabel.
  4. Pendapatan total adalah pendapatan sebelum dikurangi dengan modal yang dikeluarkan untuk jumlah produksi yang dibuat.
    1. Apa yang dimaksud dengan waralaba (franchising). Sebutkan pula jenis-jenisnya?

Jawab: Pengertian waralaba menurut PP RI No. 42 Tahun 2007 tentang waralaba, (Revisi atas PP No. 16 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 259/MPR/Kep/7/1997 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba), waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perorangan atau badan usaha terhadap sistem dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti hasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Beberapa terminologi berkaitan dengan usaha waralaba:

  1. Franchise Contract adalah perjanjian hukum antara pewaralaba dengan terwaralaba
  2. Franchise adalah hak-hak istimewa yang diatur dalam perjanjian waralaba.
  3. Franchisee (terwaralaba) adalah pihak yang mendapatkan hak untuk menjalankan usaha waralaba yang kekuasaannya dibatasi berdasarkan perjanjian dengan pewaralaba.
  4. Franchisor (pewaralaba) adalah pihak yang memiliki bisnis dan penjual hak waralaba kepada terwaralaba. Pewaralaba adalah pihak didalam kontrak waralaba yang menentukan sistem untuk diikuti dan syarat-syarat yang disepakati oleh pihak lain yang terlibat.

 

 

  1. Apa yang dimaksud dengan pemasaran langsung dan sebutkan teknik alternatifnya!

Jawab: sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan dan/atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi. (Direct Marketing Asosiation (DMA), Kotler, 2000:740).

Teknik alternatif pemasaran langsung

  1. Penjualan tatap muka (Direct selling) Kunjungan penjulan lapangan.
  2. Pemasaran surat langsung (Direct mail) Brosur, informasi, fax, email, voice mail.
  3. Pemasaran melalui katalog (Catalog selling) Pengiriman katalog berupa cetakan, CD, Video.
  4. Pemasaran via telepon (Telemarketing) Operator telepon.
  5. TV Iklan, TV Interaktif, Talk show.
  6. Online (internet selling).
    1. Sebutkan dan jelaskan pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan!

Jawab :  bentuk kepemilikan suatui bisnis dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Scole proprietorship adalah kepemilikan tunggal. Bentuk bisnis ini biasa ditemukan dimana-mana. Dengan adanya kepemilikan tunggal, sang pemilik bisa dengan leluasa mengatur roda bisnisnya tanpa diganggu oleh para pemegang saham.
  2. Partnership atau kemitraan. Tidak semua mampu bergerak sendiri, adakalanya membutuhkan bantuan dari rekan bisnisnya. Dengan adanya kemitraan ini maka keuntungan tidak bias dinikmati sendirian. Begitupun dengan arah bisnis dan ekspansi yang akan dilakukan.
  3. Corporation atau perusahaan yang banyak dimiliki oleh orang banyak asalkan mempunyai saham di perusahaan tersebut.
  4. Joint ventures and sindycatesatau kerjasama dan indikasi maksudnya adalah suatu kerja sama dua atau lebih perusahaan yang memproduksi satu produk yang sama.
    1. Sebutkan tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha

Jawab: LIKUIDASI, REORGANISASI, dan RESCHEDULING.

FTC, TSP, dan ARD

November 5, 2012

2.1.      Pengertian FTC, TSP, dan ARD

From To Chart kadang-kadang disebut pula sebagai trip frekuensi chart atau travel chart yaitu suatu teknik konvensional yang umum digunakan untuk perencanaan tata letak pabrik dan pemindahan bahan dalam suatu proses produksi. Teknik ini sangat berguna untuk kondisi-kondisi dimana banyak item yang mengalir melalui suatu area seperti job shop, engkel pemesinan, kantor dan lain-lain.

From To Chart (FTC) merupakan penggambaran tentang beberapa total OMH dari suatu bagian aktivitas dalam pabrik menuju pabrik lainnya. Sehingga dari peta ini dapat dilihat ongkos material handling secara keseluruhan, mulai dari gudang bahan baku (Receiving) menuju pabrikasi, Assembling dan terakhir gudang barang jadi (Shipping). Cara pengisian From To Chart (FTC) adalah sebagai berikut:

  1. Perhatikan total ongkos dari tabel OMH, kemudian masukan nilai total ongkos tersebut disesuaikan dengan pengangkutan bahan dari satu tempat ke tempat lainnya.
  2. Jumlah total ongkos setiap baris dan setiap kolom juga total ongkos secara keseluruhan.

 

2.2.1    Outflow Dan Inflow

Outflow digunakan untuk mencari koefisien ongkos yang keluar dari suatu departemen ke departemen lainnya. Inflow digunakan untuk mencari koefisien ongkos yang masuk ke suatu departemen ke departemen lainnya. Outflow dan inflow digunakan untuk mencari koefisien ongkos yang terjadi pada mesin yang bersangkutan yang merupakan koefisien ongkos keluar dan masuk dan didapatkan berdasarkan OMH yang diketahui.

 Referensi perhitungan outflow dan inflow yaitu dari OMH dan FTC, yaitu ongkos yang dibutuhkan untuk material handling dari suatu mesin ke mesin lainnya dan sebaliknya. Referensi perhitungan inflow-outflow dari OMH dan FTC, yaitu ongkos yang dibutuhkan untuk material handling dari satu mesin ke mesin lainnya dan sebaliknya. Perhitungan sebagai berikut:

Out Flow  =     Ongkos di mesin M : ongkos yang keluar dari mesin M

In Flow    =     Ongkos di mesin M : ongkos yang keluar ke mesin M

 

Gambar 2.10. InflowOutflow

 

2.2.2    Tabel Skala Prioritas

Tabel skala prioritas (TSP) adalah suatu tabel yang menggambarkan urutan prioritas antar departemen/mesin dalam suatu lintas/lay out produksi dimana urutan prioritas antar departemen tersebut merupakan urutan yang sebenarnya yang didapat dari hasil outflow revisi. Referensi TSP didapat dari perhitungan outflow-inflow, dimana prioritas diurutkan berdasarkan harga koefisien ongkosnya.Tujuan pembuatan TSP adalah:

  1. Untuk meminimimkan ongkos.
  2. Untuk mengoptimalkan lay out.
  3. Untuk memperkecil jarak handling.

Ongkos dengan harga koefisien terbesar menjadi prioritas utama dan seterusnya sampai harga koefisien terkecil dan jumlah prioritas ditentukan berdasarkan banyaknya frekuensi yang masuk ke salah satu departemen. Perlu diketahui bahwa skala prioritas yang diutamakan pada penyusunan tata letak ini adalah skala prioritas 1.

 

 

 

Departemen

Kode

Prioritas

I

II

III

IV

Departemen A

 

 

 

 

 

Departemen B

 

 

 

 

 

Departemen C

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

Shipping

 

 

 

 

 

Tabel 2.5. Contoh bentuk Tabel Skala Prioritas (TSP)

 

2.2.3    ACTIVITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ARD)

ARD adalah menerapkan hasil dari TSP ke dalam suatu diagram untuk menyusun tingkat kedekatan berdasarkan prioritas yang telah dibuat. Dari persoalan diatas :

 

2.2.4    ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC)

Dalam industri pada umumnya terdapat sejumlah kegiatan atau aktivitas yang menunjang jalannya suatu industri. Setiap kegiatan atau aktivitas tersebut saling berhubungan (berinteraksi) antara satu dengan lainnya, dan yang paling penting diketahui bahwa setiap kegiatan tersebut membutuhkan tempat untuk melaksanakannya. Aktifitas atau kegiatan tersebut diatas dapat berupa aktivitas produksi, administrasi, assembling, inventory, dll.

Sebagaimana diketahui diatas bahwa setiap kegiatan atau aktifitas tersebut saling berhubungan antara satu dengan lainnya ditinjau dari beberapa kriteria, maka dalam perencanaan tata letak pabrik harus dilakukan penganalisaan yang optimal. Teknik yang digunakan sebagai alat untuk menganalisa hubungan antar aktifitas yang ada adalah Activity Relationship Chart. Teknik penganalisaan menggunakan ARC dikemukakan oleh Richard Muthe, adalah sebagai berikut :

 

  1. Hubungan antar aktifitas ditunjukkan dengan tingkat kepentingan hubungan antar aktifitas tersebut yang dikonversikan dalam bentuk huruf, sebagai berikut :

 

No.

TINGKAT KEPENTINGAN

KODE

WARNA

1

MUTLAK  PENTING

A

MERAH

2

PENTING  TERTENTU

E

KUNING

3

PENTING

I

HIJAU

4

BIASA

O

BIRU

5

TIDAK   PENTING

U

PUTIH

6

TIDAK  DIINGINKAN

X

COKLAT

 

  1. Alasan untuk menyatakan tingkat kepentingan tersebut adalah sebagai berikut:
    1. Menggunakan catatan yang sama.
    2. Menggunakan personil yang sama.
    3. Menggunakan ruang yang sama.
    4. Tingkat hubungan personil.
    5. Tingkat hubungan kertas kerja.
    6. Urutan aliran kertas.
    7. Melakukan aliran kerja yang sama.
    8. Menggunakan peralatan dan fasilitas yang sama.
    9. Ribut, kotor, getaran, debu, dan lain-lain.
    10. Lain-lain yang mungkin perlu.

 

2.2.5    AREA ALOCATION DIAGRAM (AAD)

Area Alocation Diagram merupakan lanjutan dari ARC. Dimana dalam ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas yang lainnya dan ada juga sebaliknya. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas tersebut. Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area Alocation Diagram. Adapun dasar pertimbangan dalam prosedur pengaloaksian area ini adalah sebagai berikut :

  1. Aliran produksi, material, peralatan
  2. ARC, informasi aliran, aliran personil, hubungan fisikal
  3. Tempat yang dibutuhkan
  4. ARD

AAD ini merupakan lanjutan penganalisaan tata letak setelah ARC, maka sesuai dengan persoalan ARC diatas maka dapat dibuat AAD-nya. AAD merupakan Template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area saja, sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik.

 

2.2.6    Ukuran Jarak

Untuk menghitung jarak antar departemen ada beberapa macam sistem yang dipergunakan untuk melakukan pengukuran jarak suatu lokasi terhadap lokasi lain, antara euclidean, square euclidean, rectilinear, asile distance, adjacency dan sebagainya.

 

2.2.7    Jarak Euclidean

Jarak euclidean merupakan jarak yang diukur lurus antara pusat fasilitas satu dengan pusat fasilitas lainnya. Sistem pengukuran dengan jarak euclidean sering digunakan karena lebih mudah dimengerti dan mudah digunakan. Contoh aplikasi dari jarak euclidean misalnya pada beberapa model conveyor, dan juga jaringan transportasi dan distribusi. Untuk menentukan jarak euclidean fasilitas satu dengan fasilitas lainnya menggunakan formula sebagai berikut.

dij = [(xi – xj)2 + (yi – yj)2]1/2 ………………………… (2.1)

Di mana:          Xi = koordinat x pada pusat fasilitas i

Yi = koordinat y pada pusat fasilitas i

dij = jarak antara pusat fasilitas i dan j

Perhitungan jarak euclidean antara i dan j seperti pada gambar 2.5 adalah sebagai berikut:

dij = [(1 – 4)2 + (3 – 1)2]1/2 = 3,6

 

Gambar 2.5 Jarak euclidean

 

2.2.8    Jarak Rectilinear

Jarak rectilinear sering juga disebut dengan Jarak Manhattan, merupakan jarak yang diukur mengikuti jalur tegak lurus. Disebut dengan Jarak Manhattan, mengingatkan jalan-jalan di kota Manhattan yang membentuk garis-garis paralel dan saling tegak lurus antara satu jalan dengan jalan lainnya. Pengukuran dengan jarak rectilinear sering digunakan karena mudah perhitungannya, mudah dimengerti dan untuk beberapa masalah lebih sesuai, misalkan untuk menentukan jarak antar kota, jarak antar fasilitas di mana peralatan pemindahan bahan hanya dapat bergerak secara lurus. Dalam pengkuran jarak rectilinear digunakan notasi sebagai berikut:

dij = |xi – xj| + |yi + yj| …………………………… (2.2)

Ukuran jarak rectilinear digambarkan berikut ini.

 

Gambar 2.6 Jarak rectilinear

 

Dari gambar 2.6 jarak antara i dan j adalah sebagai berikut:

dij = |1 – 4| + |3 – 1| = 5

 

2.2.9    Square Euclidean

Sebagaimana namanya, square euclidean merupakan ukuran jarak dengan mengkuadratkan bobot terbesar suatu jarak antara dua fasilitas yang berdekatan. Relatif untuk beberapa persoalan terutama menyangkut persoalan lokasi fasilitas diselesaikan dengan penerapan square euclidean. Formula yang digunakan dalam square euclidean:

dij = [(xi – xj)2 + (yi – yj)2] ……………………….. (2.3)

 

2.2.10  Aisle

Ukuran jarak aisle sangat berbeda dengan ukuran jarak seperti dikemukakan di muka. Aisle distance akan mengukur jarak sepanjang lintasan yang dilalui alat pengangkut pemindah bahan. Dari gambar 2.7 (a) ukuran jarak aisle antara departemen K dan M merupakan jumlah dari a, b dan d. Sedang gambar 2.7 (b) jarak aisle departemen 1 dengan departemen 3 merupakan jumlah dari a, c, f dan h. Aisle distance pertama kali diaplikasikan pada masalah tata letak dari proses manufaktur.

 

Gambar 2.7 Jarak untuk aisle

 

2.2.11  Adjacency

Adjacency merupakan ukuran kedekatan antara fasilitas-fasilitas atau departemen-departemen yang terdapat dalam suatu perusahaan. Dalam perancangan tata letak dengan metode SLP, sering digunakan ukuran adjacency yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kedekatan antara departemen satu dengan departemen lainnya.

Kelemahan ukuran jarak adjacency adalah tidak dapat memberi perbedaan secara riil jika terdapat dua pasang fasilitas di mana satu dengan lainnya tidak berdekatan.Sebagai contoh (gambar 2.8) jarak antara departemen K dan departemen N yang tidak saling berdekatan berjarak 40 m, dan jarak antara departemen M dan departemen N yang berjarak 75 m, hal ini bukan berarti antara departemen K dan departemen N mempunyai tingkat kedekatan yang lebih tinggi.

Dalam hal ini kedua-duanya baik dkn (tingkat kedekatan departemen K dan N) dan dmn (tingkat kedekatan departemen M dan N) dalam adjacency akan sama-sama diberi nilai 0. Sebaliknya meskipun departemen M dan departemen N masing-masing jika diukur dengan jarak rectilinear maupun jarak euclidean sama dengan departemen L, bukan berarti mempunyai nilai adjacency yang sama.

Bisa saja antara departemen M dan departemen L mempunyai jarak adjacency yang lebih dibandingkan jarak adjacency antara departemen N dan departemen L. Misalkan antara departemen M dan L nilai adjacency sebesar 3, sedang antara departemen N dan L nilai adjacency sebesar 1.

 

Gambar 2.8 Adjacency distance

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Wignjosoebroto, Sritomo. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga. Surabaya: Prima Printing. Cetakan Ke 3 Tahun 2003

            Apple,  James M. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga. Bandung:  ITB. 1990

            Assauri, Sofyan. Manajemen Produksi. Lembaga Penerbit FE UI. Jakarta: 1980

http://elib. unikom. ac. id).

http://elib. Binus. ac. id).

http: // pksm. Mercubuana.ac.id)

 

 

OMH (Ongkos Material Handling)

November 5, 2012

2.1.      Ongkos Material Handling

Material Handling adalah salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan dalam perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Pemindahan material dalam hal ini adalah bagaimana cara yang terbaik untuk memindahkan material dari satu tempat proses produksi ketempat proses produksi yang lain (Apple James, 1990).

Menurut kelompok kami kegiatan material handling adalah kegiatan tidak produktif, karena pada kegiatan ini bahan tidaklah mendapat perubahan bentuk atau perubahan nilai, sehingga sebenarnya akan mengurangi kegiatan yang tidak efektif dan mencari ongkos material handling terkecil. Menghilangkan transportasi tidaklah mungkin dilakukan, maka caranya adalah dengan melakukan hand-off, yaitu menekan jumlah ongkos yang digunakan untuk biaya transportasi. Menekan jumlah ongkos transportasi dapat dilakukan dengan cara: menghapus langkah transportasi, mekanisasi atau meminimasi jarak (Wignjosoebroto, 2003).

Ongkos Material Handling (OMH) adalah suatu ongkos yang timbul akibat adanya aktivitas material dari satu mesin ke mesin lain atau dari satu departemen kedepartemen lain yang besarnya ditentukan sampai pada suatu tertentu (Sutalaksana, 1997). Satuan yang digunakan adalah Rupiah/Meter Gerakan. Tujuan dibuatnya perencanaan Material Handling adalah:

  1. Meningkatkan Kapasitas
  2. Memperbaiki kondisi kerja
  3. Memperbaiki pelayanan pada konsumen
  4. Meningkatkan kelengkapan dan kegunaan ruangan
  5. Mengurangi ongkos

 

Tujuan utama dari perencanaan material handling adalah untuk mengurangi biaya produksi. Selain itu, material handling sangat berpengaruh terhadap operasi dan perancangan fasilitas yang diimplementasikan. Beberapa tujuan dari sistem material handling antara lain (Meyers, F.E.):

  1. Menjaga atau mengembangkan kualitas produk, mengurangi kerusakan dan memberikan perlindungan terhadap material.
  2. Meningkatkan keamanan dan mengembangkan kondisi kerja.
  3. Meningkatkan produktivitas.
  4. Meningkatkan tingkat penggunaan fasilitas.
  5. Mengurangi bobot mati.
  6. Sebagai pengawasan persediaan.

Terdapat beberapa istilah yang umum dijumpai dalam pembahasan mengenai material handling,. Berikut ini adalah istilah yang umum dijumpai (Elib Unikom. 2007):

  1. Transport yaitu peminahan bahan dlam satuan berat (unit load) atau continers melalui lintasan  yang jaraknya lebih dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter.
  2. Transfer yaitu pemindahan bahan melalui lintasan yang jaraknya kurang dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter
  3. Bulk material yaitu bahan atau material yang dalam pemindahan tidak memerlukan bag, barrel, bottle, can, drum, dll.
  4. Unit load yaitu menunjukan sejumlah packaged unit tertentu yang bias dimuat dalam skid box, pallets, dll.
  5. Rehandle yaitu aktivitas penurunan muatan yang ada dalam pallets, box, skid, dll.

 

2.2.  Pola Aliran Bahan Untuk Proses Produksi (Pabrikasi)

Pola aliran yang digunakan untuk pengaturan aliran bahan dalam proses produksi terdiri dari lima kategori. Pola aliran tersebut yang terdiri dari (Wignjosoebroto, 2003):

 

 

  1.  Straight line

Pola aliran berdasarkan garis lurus atau Straight line umum dipakai bilamana proses produksi berlangsung singkat, relatif sederhana dan umum terdiri dari beberapa komponen-komponen atau beberapa macam production equipment. Pola aliran bahan berdasarkan garis lurus ini akan memberikan:

  1.  Jarak yang terpendek antara dua titik.
  2.  Proses atau aktivitas produksi berlangsung sepanjang garis lurus.
  3.  Jarak perpindahan bahan (handling distance) secara total akan kecil karena jarak antara masing-masing mesin adalah yang sependek-pendeknya.

 

 

 

Gambar 2.1. Contoh Aliran Straight Line Sumber (Wignjosoebroto, 2003)

 

  1.  Serpentine atau zig-zag (S-Shaped)

Pola aliran berdasarkan garis-garis patah ini sangat baik diterapkan bilamana aliran proses produksi lebih panjang dibandingkan dengan luas area yang tersedia. Untuk itu aliran bahan akan dibelokan untuk menambah panjangnya garis aliran yang ada dan secara ekonomis hal ini dapat mengatasi segala keterbatasan dari area, dan ukuran dari bangunan pabrik yang ada.

 

 

 

 

Gambar 2.2. Contoh Aliran Serpentine Atau Zig-Zag (S-Shaped) Sumber (Wignjosoebroto, 2003)

 

3. U-Shaped

Pola aliran menurut U-Shaped ini akan dipakai bilamana dikehendaki bahwa akhir dari proses produksi akan berada pada lokasi yang sama dengan awal proses produksinya. Hal ini akan mempermudah pemanfaatan fasilitas transportasi dan juga sangat mempermudah pengawasan untuk keluar masuknya material dari dan menuju pabrik. Aplikasi garis aliran bahan relatif panjang, maka aliran U-Shaped ini akan tidak efisien.

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.3. Contoh Aliran U-ShapedSumber (Wignjosoebroto, 2003)

 

4. Circular

Pola aliran berdasarkan bentuk lingkaran (circular) sangat baik dipergunakan bilamana dikehendaki untuk mengembalikan material atau produk pada titik awal aliran produksi berlangsung. Aliran ini juga baik dipakai apabila departemen penerimaan material atau produk jadi direncanakan untuk berada pada lokasi yang sama dalam pabrik yang bersangkutan.

 

 

 

 

 

Gambar 2.4. Contoh Aliran CircularSumber (Wignjosoebroto, 2003)

 

  1. Odd angle

Pola aliran berdasarkan Odd angle ini tidaklah begitu dikenal dibandingkan dengan pola-pola aliran yang lain. Pada dasarnya pola ini sangat umum dan baik digunakan untuk kondisi-kondisi seperti:

  1. Bilamana tujuan utamanya adalah untuk memperoleh garis aliran yang produk diantara suatu kelompok kerja dari area yang saling berkaitan.
  2. Bilamana proses handling dilaksanakan secara mekanis.
  3. Bilamana keterbatasan ruangan menyebabkan pola aliran yang lain terpaksa tidak dapat diterapkan.
  4. Bilamana dikehendaki adanya pola aliran yang tetap dari fasilitas-fasilitas produksi yang ada.

 

 

 

 

 

Gambar 2.5. Contoh Aliran Odd AngleSumber (Wignjosoebroto, 2003)

 

 

2.3. Hubungan Antara Penanganan Material dan Tata Letak Pabrik

Dalam sistem manufaktur, dua aktivitas yang sering berpengaruh satu sama lain adalah penanganan material dan tata letak pabrik. Hubungan dua aktivitas tersebut menyangkut data yang diperlukan untuk rancangan tiap aktivitas, tujuan umum, pengaruh ruangan dan pola aliran. Secara khusus masalah tata letak pabrik membutuhkan informasi mengenai biaya operasi peralatan agar penempatan departemen dapat menimbulkan total biaya penanganan material yang minimum. Oleh karenanya dalam perancangan sistem penanganan material, harus diketahui panjang perpindahan material, waktu perpindahan, sumber dan tujuan perpindahan.

Menurut kelompok kami tata letak pabrik dan penanganan material mempunyai tujuan umum yaitu meminimumkan biaya. Biaya penanganan material dapat diminimumkan dengan menyusun lebih dekat departemen-departemen yang berhubungan, agar perpindahan material terjadi dengan jarak yang pendek.

Minimasi biaya merupakan salah satu tujuan utama dari sistem penanganan material. Ada beberapa cara untuk mencapai tujuan tersebut, antara lain (Wignjosoebroto, 2003):

  1. Mengurangi waktu menganggur peralatan.
  2. Pemakaian maksimum peralatan untuk mendapatkan satuan muatan yang tinggi.
  3. Meminimumkan perpindahan material.
  4. Mengatur departemen-departemen sedekat mungkin agar jarak perpindahan material lebih pendek.
  5. Mencegah perbaikan yang besar dengan melakukan perencanaan aktivitas perawatan yang lebih baik.
  6. Harus menggunakan peralatan yang tepat untuk mengurangi kerusakan material.
  7. Menghindari pekerjaan yang tidak aman bagi tenaga kerja seperti mengangkat beban yang terlalu berat.
  8. Mengurangi keanekaragaman jenis peralatan untuk mengurangi kebutuhan investasi.
  9. Mengganti peralatan yang sudah usang dengan peralatan yang baru agar lebih efisien.

Penentuan ongkos material handling dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan tata letak fasilitas. Ditinjau dari segi biaya, tata letak yang baik adalah tata letak yang mempunyai total ongkos material handling kecil, meskipun dalam hal ini biaya bukan satu-satunya indikator untuk menyatakan bahwa tata letak itu baik dan masih banyak faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Secara umum biaya yang termasuk dalam perancangan dan operasi sistem penanganan material adalah sebagai berikut (Sutalaksana, 1997):

  1. Biaya investasi

Yang termasuk dalam biaya ini adalah harga pembelian peralatan, harga komponen alat bantu dan biaya instalasi.

  1. Biaya operasi yang terdiri dari:
    1. Biaya perawatan.
    2. Biaya bahan bakar.
    3. Biaya tenaga kerja yang terdiri dari upah dan jaminan kecelakaan.
    4. Biaya pembelian muatan, yang digolongkan dalam pembelian alat-alat material.
    5. Biaya yang menyangkut masalah pengepakan dan kerusakan material.

Dalam melakukan suatu perencanaan tata letak fasilitas/pabrik, aktivitas dalam pemindahan bahan material (Material Handling) merupakan salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Kegiatan pemindahan material tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan suatu proses aliran bahan yang terjadi dalam suatu kegiatan operasi, kemudian hal yang harus diperhatikan adalah tipe Lay Out yang akan digunakan (Wignjosoebroto, 2003)..

  1. 1.   Lay-Out By Product

Lay-out by product adalah penempatan mesin yang disesuaikan dengan urutan proses produksi dari produk yang akan dibuat pada satu departemen (Wignjosoebroto, 2003). Keuntungan menggunakan tipe lay-out by product yaitu, pergerakan material tidak terlalu besar, jika pergerakan material tidak terlelu besar, maka ongkos Material Handling kecil, keseimbangan lintasan akan mudah dilakukan atau mudah diawasi, ruangan untuk masing-masing mesin atau stasiun kerja relatif kecil, dan waktu penyelesaian produk bisa lebih cepat (Elib Unikom. 2007).

Kerugian menggunakan tipe lay-out by product yaitu, jika terjadi kerusakan pada satu mesin akan menyebabkan kerusakan pada satu sistem, tingkat fleksibelitas pada masing-masing departemen kecil, dan tingkat Botle Neck (Penumpukan) akan terjadi lebih besar jika salah satu mesin lambat (Elib Unikom. 2007).

  1. 2.   Lay-Out By Process

Lay-out By Process adalah penempatan mesin-mesin yang sama pada satu departemen, keuntungan menggunakan Lay-out By Process yaitu, pemakaian mesin-mesin dapat direncanakan dengan lebih baik, fleksibelitas terhadap perubahan produk dan dengan mudah dapat dirubah urutannya, mudah menjaga kontinyuitas produksinya, bila ada kerusakan mesin, kekurangan bahan, pekerja tidak masuk, dan yang terakhir mendorong pekerja untuk berproduksi lebih banyak (Elib Unikom. 2007).

Kerugian dari lay-out by process adalah perencanaan dan penjadwalan produksi menjadi lebih rumit, memerlukan pemindahan barang yang lebih banyak, pergerakan material lebih besar, maka Material Handling pun besar, dibutuhkan tempat yang besar untuk masing-masing stasiun kerja, memerlukan tenaga kerja terlatih untuk macam-macam pekerjaan, waktu pembuatan produk relatif lebih lama (Elib Unikom. 2007).

Peralatan yang biasa digunakan sebuah perusahaan Manufaktur Diskrit dalam melakukan kegiatan Material Handling ini adalah:

  1. a.        Conveyor
  2. b.        Cranes
  3. Truck (lift Truck dan Walky Fallet)

Tiga tahapan dalam melakukan Material Handling, yaitu:

  1. Progresif/sistem orientik yang terdiri dari semua sumber/supply.
  2. Contemporary, yaitu perpindahan barang material dari suatu tempat ke tempat lainnya.
  3.  Convensional, yaitu perpindahan barang dari suatu tempat ketempat lainnya secara individual.
  1. Perpindahan barang dari semua sumber
  2. Perpindahan semua barang dalam pabrik atau manufaktur secara diam

Beberapa aktivitas pemindahan bahan yang perlu diperhitungkan adalah sebagai berikut:

  1. Pemindahan bahan dari gudang bahan baku (Receiving) menuju departemen Pabrikasi maupun departemen Assembling.
  2. Pemindahan bahan yang terjadi diproses satu jenis mesin menuju jenis departemen yang lainnya.
  3. Pemindahan bahan dari departemen Assembling menuju gudang barang jadi (Shipping).

Setelah diketahui aktivitas-aktivitas pemindahan yang terjadi, maka selanjutnya dapat dihitung ongkos material handling yang terjadi pada aktivitas-aktivitas tersebut. faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan ongkos material handling sebagai berikut (Sutalaksana, 1997):

  1. 1.   Alat Angkut yang digunakan

Untuk menentukan alat angkut yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut (Sutalaksana, 1997):

  1. Berat material yang disesuaikan dengan daya angkut maksimal alat angkut.
  2. Bentuk dan jenis material serta ukuran luasnya disesuaikan dengan daya.
  3. Sifat material dimana harus diperhatikan kemungkinan menggunakan alat angkut khusus.

Beberapa alat angkut yang umum digunakan adalah alat angkut dengan menggunakan Tenaga Manusia (0 – 15 Kg), Alat angkut dengan menggunakan Walky Fallet (15 – 50 Kg), alat angkut dengan menggunakan Lift Truck (diatas 50 Kg). Alat angkut dalam material handling (Sutalaksana, 1997):

  1. Fixed-path equipment

Alat angkut yang memiliki jalur tetap dan tidak dapat dipindahkan. Alat ini biasanya digunakan secara otomatis. Misalnya: lift, kereta atau ban berjalan

  1. Varied-path equipment

Alat angkut yang memiliki jalur tidak tetap dan dapat dipindah-pindahkan. Pada umumnya alat ini digunakan secara manual.

  1. Jarak Pengangkutan

Kegiatan awal perhitungan OMH merupakan perhitungan tahap pertama, karena akan dilakukan lagi perhitungan OMH yang merupakan revisi dari perhitungan tahap pertama. Pada perhitungan tahap pertama jarak antar kelompok mesin dan departemen yang mengalami aktivitas pengangkutan diasumsikan berdampingan. Selain itu untuk mengoptimalkan jarak antar aktivitas tersebut, maka kelompok mesin atau departemen untuk sementara diasumsikan berbentuk bujur sangkar.

  1. Cara Pengangkutan

Material Handling adalah salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan dalam perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Pemindahan material dalam hal ini dalah bagaimana cara yang terbaik untuk memindahkan material dari satu tempat proses produksi ketempat proses produsi yang lain.

Pada dasarnya kegiatan material handling adalah kegiatan tidak produktif, karena pada kegiatan ini bahan tidaklah mendapat perubahan bentuk atau perubahan nilai, sehingga sebenarnya akan mengurangi kegiatan yang tidak efektif dan mencari ongkos material handling terkecil. Menghilangkan trasportasi, tidaklah mungkin dilakukan. Maka caranya adalah dengan melakukan hand off, yaitu menekan jumlah ongkos yang digunakan untuk biaya transportasi. Menekan jumlah ongkos transportasi dapat dilakukan dengan cara menghapus langkah transportasi, mekanisasi, atau meminimasi jarak (Apple James, 1990)..

Ongkos Material Handlingadalah suatu ongkos yang timbul akibat adanya aktivitas material dari satu masin ke mesin lain atau dari satu departemen ke departemen lain yang besarnya ditentukan sampai pada suatu tertentu. Satuan yang digunakan adalah rupiah/meter gerakan. Tujuan dibuatnya perencanaan material handling ini adalah (Elib Unikom. 2007):

  1. Meningkatkan kapasitas
  2. Memperbaiki kondisi kerja
  3. Memperbaiki pelayanan pada konsumen
  4. Meningkatkan Kelengkapan dan kegunaan ruangan
  5. Mengurangi ongkos produksi

Dalam melakukan suatu Perencanaan Tata Letak Pabrik, maka aktivitas dalam pemindahan bahan material (Material Handling) merupakan salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Kegiatan pemindahan material tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan suatu proses aliran bahan yang terjadi dalam suatu kegiatan operasi. Tiga tahapan dalam melakukan material handling, yaitu Wignjosoebroto, 2003):

  1. Progresif/sistem orientik yang terdiri dari semua sumber/supply.
    1. Perpindahan barang dari semua sumber
    2. Perpindahan semua barang dalam pabrik/manufaktur secara diam
    3. Contemporarry, yaitu perpindahan barang material dari suatu tempat ke tempat lainya.
    4. Convensional, yaitu perpindahan barang dari suatu tempat ke tempat lainya secara individual.

Beberapa aktivitas pemindahan bahan yang perlu diperhitungkan adalah sebagai berikut (Elib Unikom. 2007):

  1. Pemindahan bahan dari gudang bahan baku (Receiving) menuju departemen pabrikasi maupun departemen assembling.
  2. Pemindahan bahan yang terjadi diproses satu jenis mesin menuju jenis depatemen yang lainnya.
  3. Pemindahan bahan dari departemen assembling menuju departemen assembling.
  4. Pemindahan bahan dari departemen assembling menuju gudang barang jadi (Shipping).

 

Kemudian setelah diketahui aktivitas-aktivitas pemindahan yang terjadi, maka selanjutnya dapat dihitung ongkos material handling yang terjadi aktivitas-aktivitas yang ada tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan ongkos material handling sebagai berikut:

  1. Alat Angkut yang Digunakan

Untuk menentukan alat angkut yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Berat material yang disesuaikan dengan daya angkut maksimal alat angkut.
  2. Bentuk dan jenis material serta ukuran luasnya disesuaikan dengan daya tumpang alat angkut.
  3. Sifat material dimana harus diperhatikan kemungkinan menggunakan alat angkat khusus.
  4. Jarak Pengangkut

Kegiatan awal perhitunganOngkos Material Handling (OMH)ini merupakan perhitungan tahap pertama, karena akan dilakukan lagi perhitungan OMH yang merupakan revisi dari perhitungan tahap pertama. Pada perhitungan tahap pertama ini, jarak antar kelompok mesin dan departemen yang mengalami aktivitas pengangkutan diasumsikan berdampingan (Elib Unikom. 2007). Selain itu untuk mengoptimalkan jarak antar aktivitas tersebut, maka kelompok mesin atau depertemen untuk sementara diasumsikan berbentuk bujur sangkar.

 

Kelompok Mesin A

Kelompok Mesin B

Kelompok Mesin C

            AB = 1/2   luas mesin A + 1/2 Luas mesin B

            BC = 1/2 Luas Mesin B + 1/2 Luas Mesin C

            AC = AB + BC = jarak antar kelompok A dengan kelompok C

 

  1. 3.      Cara Pengangkutan

Berdasarkan hasil perhitungan terdahulu (OPC, Routing Sheet dan MPPC), maka dapat ditentukan cara pengangkutan yang akan dilakukan. Pada dasarnya setelah ditentukan alat angkut serta jarak untuk setiap pengangkutan, maka ongkos material handling dapat segera diketahui, berdasarkan hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan cara pengangkutan adalah sebagai berikut (Elib Unikom. 2007):

  1. Telusuri OPC sejak proses yang paling awal, kemudian dapat ditentukan urutan proses pengangkutan dari … dan ke…
  2. Isi kolom dari, maka sebelum mengisi yang berikutnya terlebih dahulu diisi kolom ke yang merupakan kelopok tujuan, sesuai dengan aliran yang terjadi.
  3. Dalam mengisi kolom ke yang merupakan daerah tujuan pengangkutan, sebelum mencantumkan aktivitas lainnya, maka aktivitas pertama sudah selesai mencantumkan semua material yang akan diterima dari sumber yang diuraikan.
  4. Pada kolom produksi per jam bisa diisi dari data yang didapat dari perusahaan atau melakukan penelitian secara langsung.
  5. Untuk berat bentuk disesuaikan dengan komponen yang dibawa dari departemen asal ke departemen tujuan.
  6. Alat angkut yang digunakan disesuaikan dengan komponen yang dibawanya.
  7. Untuk perhitungan OMH (Rp/m) ddapat dilihat pada halaman 56.
  8. Untuk kolom jarak dapat diisi dengan menggunakan data jarak yang sesungguhnya atau dapat diasumsikan antar departemen berdekatan.
  9. Total OMH = Ongkos alat angkut/meter gerakan x Jarak tempuh       pengangkutan.

Contoh tabel Ongkos Material Handling (OMH), sumber (Elib Unikom. 2007):

Tabel 2.3. Contoh Tabel OMH(Elib Unikom. 2007)

Data Ongkos Material Handling

Dept

Dari

Ke

Nama Komponen

Prod/

Jam

Berat Bentuk (Kg)

Berat Total (Kg)

Alat Angkut

OMH (Rp/m)

Jarak

Total Ongkos (Rp)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OSILOSKOP ANALOG

November 5, 2012

A. Definisi Osiloskop

         Osiloskop (Oscilloscope) adalah serangkaian alat untuk pengukuran dan analisa bentuk gelombang serta gejala lain dalam rangkaian-rangkaian elektronik dengan memanfaatkan masukan berupa sinyal-sinyal listrik. Osiloskop pada dasarnya bermanfaat untuk menganalisa besaran-besaran dalam kelistrikan (frekuensi, periode, amplitudo, dan tegangan) yang berubah terhadap waktu.

 

Lingkaran 1 menyatakan sumber signal (CH1, CH2, LINE, dan EXT).

Lingkaran 2 menyatakan input Channel 1.

Lingkaran 3 menyatakan channel mana yang ditampilkan pada layar (CH1, CH2, DUAL, dan ADD).

Lingkaran 4 menyatakan jenis signal input (AC, GND, dan DC).

Lingkaran 5 menyatakan Volts/Div.

Lingkaran 6 menyatakan Vertical Position (posisi secara vertikal).

Lingkaran 7 menyatakan Horizontal Position (posisi secara horizontal).

Lingkaran 8 menyatakan Time/Div (waktu perkotak pada layar osiloskop).

Beberapa tombol pengatur yang penting pada osiloskop:

  1. Intensitas
  2. b.      Focus
    1. Horizontal dan Vertikal
    2. Volt/Div (atau Volts/cm), umumnya terdapat 2 tombol yang konsentris.
    3. Time/Div (atau Time/cm), ada 2 tombol yang konsentris.
    4. Sinkronisasi
    5. g.      Slope
    6. Kopling
    7. Trigger “Ext” atau “Int”:

Pada bagian dalam osiloskop terdapat tabung panjang yang disebut tabung sinar katoda atau Cathode Ray Tube (CRT). Bagian-bagian pokok CRT seperti tampak pada gambar 2.

Keterangan:

  1. Deflection voltage electrodes (elektroda defleksi/pembelok)
  2. Electron gun (senapan elektron)
  3. Electron beam (sinar elektron)
  4. Focusing coil (kumparan pemusat)
  5. Phosphor-coated inner side of the screen (layar yang terlapis fosfor)

 

  1. D.    Cara Mengukur Frekuensi, Tegangan, Arus Searah dan Arus Bolak-Balik (DC dan AC) serta Hubungannya Terhadap Waktu

         Pengukuran tegangan dilakukan dengan menghitung jumlah pembagi yang meliputi muka gelombang pada bagian skala vertikal. Sinyal dapat diatur dengan mengubah-ubah kontrol vertikal, untuk pengukuran terbaik pilihlah skala volts/div (volt per kotak) yang paling cocok.

Waktu dapat diukur dengan menggunakan skala horizontal pada osiloskop. Pengukuran waktu meliputi periode, lebar pulsa (pulse width), dan waktu dari pulsa. Pengukuran waktu akan lebih akurat bila mengatur porsi sinyal yang akan diukur untuk mengatasi besarnya area pada layar. Pengukuran waktu yang lebih akurat dapat dilakukan dengan mengatur tombol time/div.

  1. a.      Langkah-Langkah Mengukur Tegangan Arus Bolak-Balik (AC)
  • Sinyal AC  diarahkan  ke CH input dan stel saklar mode untuk menampilkan bentuk gelombang yang diarahkan ke CH tersebut.
  • Distel saklar  VOLT/ DIV  untuk menampilkan  kira- kira 5 DIV bentuk gelombang.
  • Distel saklar  SEC/ DIV untuk menampilkan beberapa gelombang.
    • Atur penampilan gelombang secara vertikal sehingga puncak gelombang negatif, gelombang berhimpit dengan salah satu garis gratikul horizontal.
    • Atur tampilan gelombang secara horizontal, sehingga puncak berimpit dengan pusat  garis gratikul vertikal.
    • Hitunglah tegangan puncak- kepuncak ( Peaks to peaks ) dengan menggunakan persamaan:

VOLT ( p.p )  = ( difleksi vertikal )  x  ( penempatan saklar VOLT/ DIV ).

 

b.   Langkah-Langkah Mengukur Tegangan Arus Searah (DC)

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengukur tegangan arus searah (misalnya mengukur tegangan baterai) dengan menggunakan osiloskop.

  • Pilih mode SOURCE pada LINE.
  • Pilh mode COUPLING pada DC.
  • Pilih DC pada tombol AC-DC.
  • Siapkan baterai yang akan diukur.
  • Dengan kabel penghubung, hubungkan battery dengan salah satu channel.
  • Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengukur adalah, letakkan nilai 0 di layar sebaik mungkin.
  • Variasikan VOLTS/DIV pada beberapa angka (misalnya 1, 1.5, dan 2).
  • Catat semua hasil pengukuran yang didapatkan.

 

c. Langkah-Langkah Mengukur Periode dan Frekuensi

  • Distel saklar SEC/DIV untuk menampilkan siklus gelombang kompleks.
  • Diukur jarak horizontal antara titik-titik pengukuran waktu (satu panjang gelombang ).
  • Ditentukan periode gelombang dengan mengalikan jumlah pembagi dengan faktor pengali.
    • Ditentukan frekuensi gelombang (1/ periode).

E. Sistem Pengukuran Umum dan Prinsip Kerja Osiloskop Analog

Osiloskop analog menggunakan metode dasar pengukuran berupa perbandingan tidak langsung. Sistem pengukuran umumnya adalah sebagai berikut:

  • Tingkat I    :  Detektor/transduser berupa probe
  • Tingkat II  :  vertical system, trigger  system, horizontal system, dan pelat defleksi.
  • Tingkat III :  Layar CRT.

Prinsip kerja osiloskop analog dapat dijelaskan melalui skema berikut ini:

 

F. Jenis-Jenis Osiloskop Analog

Osiloskop analog terdiri dari dua jenis utama, yaitu osiloskop analog standard dan osiloskop dual trace. Osiloskop standard hanya mampu memperagakan sebuah sinyal untuk diamati. Sedangkan osiloskop dual trace dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang sama. Osiloskop jenis ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang berbeda dalam suatu rangkaian elektronik.

B. Fungsi Osiloskop

 Beberapa kegunaan osiloskop antara lain :

– Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
– Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.

– Mengukur amplitudo dan periode sinyal listrik.

– Menentukan sudut fasa antara dua sinyal pada frekuensi yang sama.

C. Bagian – Bagian Fisik Osiloskop Analog

Bagian-bagian fisik luar osiloskop dapat dilihat melalui gambar berikut:

. Kelebihan dan Kekurangan Osiloskop Analog

         Kelebihan osiloskop analog antara lain:

1.      Mampu menggambarkan nilai-nilai arus atau tegangan yang dihasilkan yang selalu berubah terhadap waktu secara periodik, sehingga memperlihatkan bentuk gelombang.

2.      Osiloskop analog dapat digunakan untuk menentukan periode, frekuensi, tegangan, dan amplitudo sinyal listrik sekaligus dengan cara yang relatif mudah.

 

Selain kelebihan, osiloskop analog juga memiliki kekurangan, yaitu:

  1. Pengamatan sinyal-sinyal listrik dengan osiloskop mempunyai keterbatasan dalam perbandingan frekuensi antar sinyal-sinyal tersebut (perbandingan maksimum 10:1) sehingga penggunaannya cukup terbatas.
  2. Harganya relatif mahal. Kelemahan tersebut semakin terasa sejak terciptanya penghitung frekuensi digital dengan harga yang lebih rendah dipasarkan ke publik.

 

   H. Tahapan Penyetaraan (Kalibrasi) Osiloskop Analog

  1.      Sesuaikan tegangan masukan sumber daya AC 220 yang ada di belakang osiloskop sebelum kabel daya AC dimasukkan stop kontak PLN.

2.      Nyalakan osiloskop dengan menekan tombol power yang bertanda.

 

3.      Set saluran pada tombol CH1.

4.      Set mode pada Auto.

5.      Atur intensitas, jangan terlalu terang pada tombol INTEN.

6.      Atur posisi berkas cahaya horizontal dan vertikal dengan mengatur tombol yang bertanda sebagai berikut;

   

7.      Set level  mode pada tengah-tengah (-) dan (+).

 

8.      Set tombol tegangan (volt/div) bertanda V pada 2 V, sesuaikan dengan memperkirakan terhadap tegangan masukan.

9.     Pasang probe pada salah satu saluran, (misal CH1) dengan tombol pengalih AC/DC pada kedudukan AC.

10.    Atur saklar/switch pada pegangan probe dengan posisi pengali 1x.

11.    Tempelkan ujung probe pada titik kalibrasi.

12.    Atur Time/Div  pada posisi 1ms agar tampak tegangan kotak-kotak garis yang cukup jelas.

13.    Setelah tahapan 11, osiloskop siap digunakan untuk mengukur tegangan.

KOMPAS ANALOG

November 5, 2012

1.1.      Pengertian Kompas

Definisi kompas. Kompas berasal dari bahasa Latin yaitu Compassus yang berarti jangka. Kompas merupakan alat penentu arah mata angin. Kompas tediri atas magnet jarum, yang dapat berputar bebas. Kutub-kutub magnet ini selalu menunjuk arah utara-selatan walaupun tidak tepat benar (karena adanya sudut deklinasi). 

Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah. 

Sekstan adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur sudut antara dua benda yang terlihat.  Penggunaan utamanya adalah untuk menentukan sudut tinggi (elevasi) antara objek langit dan cakrawala.  Membuat pengukuran ini dikenal sebagai melihat objek, menembak objek, atau mengambil pandangan dan itu merupakan bagian penting dari navigasi langit. Sudut, dan waktu ketika diukur, dapat digunakan untuk menghitung garis posisi di laut. 

Penggunaan umum dari sekstan adalah mengukur elevasi matahari di siang hari dan untuk mengukur elevasi (ketinggian) sudut di malam hari dari pesawat cakrawala pada bintang Polaris untuk menemukan lintang posisi navigator.

Ada banyak kompas yang digunakan dalam kegiatan di alam, tentunya masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Macam-macam kompas yang digunakan antara lain, kompas lensa, kompas silva, dan kompas prisma. Hal-hal yang diperhatikan sebelum menggunakan kompas yaitu:

  1. Set semua kompas yang akan digunakan seragamkan dengan kompas yang standar). Untuk cheking yang mudah yaitu menuju titik triangulasi (Titik-titik kerangka dasar horizontal buatan Belanda), dengan catatan daerah tersebut telah kita ketahui SPM-nya missal (00 0’ 0”). Plot salah satu tanda medan yang terlihat jelas dari triangulasi dan juga terdapat pada peta,  catat besar sudut pada petanya, missal: 500. Untuk kompas standar, besar sudut bila kita membidik tanda medan tersebut dan titik’ triangulasi, dengan catatan daerah tersebut juga harus sebesar 50’. (catatan: cara membidik dan plotting sudah benar)
  2. Perhatikan angka-angka pembagian derajat yang terdapat pada piringan kompas (untuk keseragaman sebaiknya menggunakan kompas dengan pembagian derajat sampai 3600). Apabila pemakai menggunakan kompas dengan pembagian derajat 6.400, maka dilapangan kita harus menghitung lagi.

1.1.1   Kompas Lensa

Kompas lensa merupakan kompas yang dilengkapi dengan lensa biconcave yang berfuungsi untuk mempermudah dalam pembacaannya. Bahan lensa ini dapat dibuat menggunakan logam atau fiber. Kelebihan dari kompas lensa ini yaitu:

  1. Keringanannya sehingga mudah untuk dibawa dan digunakan, selain itu harganya yang cukup murah.
  2. Memiliki pengait untuk memudahkan dalam mendatarkan kompas tersebut.

Kompas lensa mempunyai dua kekurangan. Kekurangan dari kompas lensa itu sendiri adalah:

  1. Piringan kompas mudah sekali bergerak sehingga mempersulit pengguna dalam penghitungan besar sudut kompas.
  2. Skala pada kompas tiap dua strip/garis mewakili dua skala, validitas pengukuran besarnya sudut kompas kurang, terutama untuk pengukuran sudut kompas dengan angka ganjil, pengukuran berdasarkan perkiraannya saja.

1.1.2   Kompas Silva

Kompas ini sering disebut juga kompas orientasi, ini disebabkan oleh kemudahan dalam penggunaan orientasi medan. Kompas ini biasa digunakan oleh para pelaut yg sedang berlayar dan tentara dalam menentukan letak geografis musuh atau sasarannya. Kompas ini mempunyai tanda panah penyesuai yang terdapat di dasar piringan kompas, dilengkapi pula dengan cermin, selain itu disekitar piringan kompas terdapat konektor dan penggaris. Kelebihan dari kompas Silva, yaitu:

  1. Memiliki cermin untuk memudahkan pembacaan dan pembidikian.
  2. Dilengkapi dengan penggaris (mm dan inchi).
  3. Untuk jenis tertentu memiliki kaca pembesar dan konektor untuk peta berskala 1: 25.000 dan 1:50.000.
  4. Untuk jenis tertentu dilengkapi dengan lensa pembidik.
  5. Dapat digunakan untuk mengukur besar sudut peta (pengganti busur derajat).

Kompas Silva mempunyai dua kekurangan. Kekurangan dari kompas silva itu sendiri adalah:

  1. Untuk membuat kompas tersebut datar pemakainya harus menggunakan alat bantu yang datar.
  2. Apabila membidik besar sudut kompas tidak dapat langsung diketahui.

1.1.3   Kompas Prisma

Kompas ini memiliki prisma pada bagian dekat dengan pengait. Kompas ini terbuat dari bahan logam, dengan jarum kompas mengandung zat phosphoric yang akan memudahkan pembacaan sudut bila pada tempat gelap. Kelebihan dari kompas Silva, yaitu:

  1. Besar sudut bisa langsung dibaca oleh prisma.
  2. Dapat langsung diketahui azimuth dan back azimuth-nya.
  3. Mudah digunakan dan mudah didatarkan.

Kekurangan dari kompas prisma ini adalah terbuat dari logam berat.

1.1             Kalibrasi Kompas

Kalibrasi kompas merupakan standarisasi antara satu kompas dengan kompas yang lain yang sudah dikalibrasi atau lebih akurat. Contoh, kita akan mengkalibrasi dua buah kompas yaitu a dan b. Kemudian kita menggunakan kompas c sebagai standar. Untuk sasaran bidikan kita gunakan bukit X. Maka lakukan langkah:

  1. Bidikan kompas C ke arah bukit X, dan catat sudut kompas misalnya: 450.
  2. Bidikan kompas A dan B ke arah bukit X, dan catat sudut kompasnya misalnya: A = 470 dan B = 420

Maka kalibrasi kompas A adalah 470 – 450 = 2 (selisih), jadi untuk hasil kompas A dimedan harus dikurangi 20 dari kompas standar atau kompas C. sedangkan untuk kalibrasi kompas B adalah 420 – 450 = – 30 (selisih), jadi untuk hasil kompas A dimedan harus dikurangi  -30 dari kompas standar atau kompas C. Dan yang terakhir untuk menjadi catatan untuk menghindari terjadinya penyimpangan sudut kompas pada ikhtilafnya maka harus dihindarkan dari:

  1. Senjata berat sejauh 60 meter.
  2. Senjata ringan sejauh 40 meter.
  3. Pagar kawat sejauh 10 meter.
  4. Pisau, parang dan loham kecilnya sejauh 3 meter atau lebih

 

 

 

http://studentsite.gunadarma.ac.id tugas wirausaha

Oktober 25, 2012
  1. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan, berasal dari bahasa apakah? Sebutkan pula artinya

Mungkin dari kita sudah tidak asing dengan kata kewirausahaan, namun apakah kewirausahaan itu. Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.[rujukan?] Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian.

Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

2. Apa yang dimaksud dengan wirausahawan, dan sebutkan tiga jenis perilakunya?

Jawab: Wirausahawan adalah seorang katalisator. Mereka adalah orang-orang yang melakukan tindakan sehingga suatu gagasan bisa terwujud menjadi suatu kenyataan. Mereka menggunakan kreativitasnya untuk senantiasa melakukan pengembangan yang bersinambungan. Wirausahawan didefinisikan oleh David E. Rye sebagai seorang yang mengorganisasikan dan mengarahkan usaha dan pengembangan baru, memperluas dan memberdayakan suatu perusahaan/organisasi, untuk memproduksi produk baru atau menawarkan jasa baru kepada pelanggan baru dalam suatu pasar yang baru.

Dalam bahasa Joseph Schumpeter, wirausahawan didefinisikan sebagai orang yang memperbaiki orde ekonomi yang sudah ada dengan memperkenalkan produk (barang dan jasa) baru, dengan menciptakan organisasi baru, atau dengan mengeksploitasi bahan baku baru (Bygrave, 1996: 1). Definisi lain tentang wirausahawan yang dipresentasikan oleh William D. Bygrave adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave, 1996: 2).

Karakteristik yang dimiliki oleh seorang wirausaha memenuhi syarat-syarat keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan/organisasi, seperti inovatif, kreatif, adaptif, dinamik, kemampuan berintegrasi, kemampuan mengambil risiko atas keputusan yang dibuat, integritas, daya-juang, dan kode etik niscaya mewujudkan efektivitas perusahaan/organisasi.

3. Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke 18. Apa yang menjadi kunci penting seorang wirausahawan? Sebutkan Karakteristiknya menurut Mc Clelland dan karakteristiknya yang sukses dengan n Ach tinggi. Jawab:

Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland ada 9 yaitu:

  • Keinginan untuk berprestasi.
  • Keinginan untuk bertanggung jawab.
  • Preferensi kepada resiko-resiko menengah.
  • Persepsi kepada kemungkinan berhasil.
  • Rangsangan oleh umpan balik.
  • Aktivitas energik.
  • Orientasi ke masa depan.
  • Keterampilan dalam pengorganisasian.
  • Sikap terhadap uang.

Sedangkan, karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi yaitu:

  • Kemampuan inovatif.
  • Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity).
  • Keinginan untuk berprestasi.
  • Kemampuan perencanaan realistis.
  • Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan.
  • Obyektivitas.
  • Tanggung jawab pribadi.
  • Kemampuan beradaptasi.
  • Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator.

4. Sebutkan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, dan berikanlah contoh masing-masing!

jawab:

  • Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)

n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.

  • Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)

Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.

  • Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.

5. Sebutkanlah sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru!

Jawab: biasanya sumber-sumber gagasan peluang usaha baru bisa muncul ketika:

  •  Kebutuhan akan sumber penemuan.
  • Hobi atau kesenangan pribadi.
  • Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
  • Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
  • Kegunaan lain dari barang-barang biasa.
  • Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

6. Sebutkan unsur-unsur analisa pulang pokok!

Jawab: analisa pulang pokok yaitu:

Biaya tetap merupakan biaya yang harus ditanggung oleh pihak perusahaan walaupun jumlah permintaan produksi menurun.

Biaya variabel adalah biaya yang apabila permintaan akan jumlah produksi berturun juga biaya variabelnya atau tidak tetap.

Biaya total adalah biaya yang dikeluarkan untuk ongkos produksi. Baik itu biaya tetap maupun biaya variabel.

Pendapatan total adalah pendapatan sebelum dikurangi dengan modal yang dikeluarkan untuk jumlah produksi yang dibuat.

7.Apa yang dimaksud dengan waralaba (franchising). Sebutkan pula jenis-jenisnya?

Jawab: Pengertian waralaba menurut PP RI No. 42 Tahun 2007 tentang waralaba, (Revisi atas PP No. 16 Tahun 1997 dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 259/MPR/Kep/7/1997 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba), waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perorangan atau badan usaha terhadap sistem dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti hasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Beberapa terminologi berkaitan dengan usaha waralaba:

  1. Franchise Contract adalah perjanjian hukum antara pewaralaba dengan terwaralaba
  2. Franchise adalah hak-hak istimewa yang diatur dalam perjanjian waralaba.
  3. Franchisee (terwaralaba) adalah pihak yang mendapatkan hak untuk menjalankan usaha waralaba yang kekuasaannya dibatasi berdasarkan perjanjian dengan pewaralaba.
  4. Franchisor (pewaralaba) adalah pihak yang memiliki bisnis dan penjual hak waralaba kepada terwaralaba. Pewaralaba adalah pihak didalam kontrak waralaba yang menentukan sistem untuk diikuti dan syarat-syarat yang disepakati oleh pihak lain yang terlibat.

8.Apa yang dimaksud dengan pemasaran langsung dan sebutkan teknik alternatifnya!

Jawab: sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan dan/atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi. (Direct Marketing Asosiation (DMA), Kotler, 2000:740).

Teknik alternatif pemasaran langsung

  1. Penjualan tatap muka (Direct selling) Kunjungan penjulan lapangan.
  2. Pemasaran surat langsung (Direct mail) Brosur, informasi, fax, email, voice mail.
  3. Pemasaran melalui katalog (Catalog selling) Pengiriman katalog berupa cetakan, CD, Video.
  4. Pemasaran via telepon (Telemarketing) Operator telepon.
  5. TV Iklan, TV Interaktif, Talk show.
  6. Online (internet selling).

9. Sebutkan dan jelaskan pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan!

Jawab :  bentuk kepemilikan suatui bisnis dibagi menjadi tiga, yaitu:

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

a.       Scole proprietorship adalah kepemilikan tunggal. Bentuk bisnis ini biasa ditemukan dimana-mana. Dengan adanya kepemilikan tunggal, sang pemilik bisa dengan leluasa mengatur roda bisnisnya tanpa diganggu oleh para pemegang saham.

b.      Partnership atau kemitraan. Tidak semua mampu bergerak sendiri, adakalanya membutuhkan bantuan dari rekan bisnisnya. Dengan adanya kemitraan ini maka keuntungan tidak bias dinikmati sendirian. Begitupun dengan arah bisnis dan ekspansi yang akan dilakukan.

c.       Corporation atau perusahaan yang banyak dimiliki oleh orang banyak asalkan mempunyai saham di perusahaan tersebut.

d.      Joint ventures and sindycatesatau kerjasama dan indikasi maksudnya adalah suatu kerja sama dua atau lebih perusahaan yang memproduksi satu produk yang sama.

Se10. Sebutkan tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha

Jawab: LIKUIDASI, REORGANISASI, dan RESCHEDULING.

 

 

SOFT SKILL: Etika Profesi 2

April 30, 2012
  • Jelaskan perbedaan pokok antara moral dengan etika, berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari!

Jawab:

Menurut pengertiannya, moral berarti kebiasaan atau cara hidup dan etika berarti nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat atau suatu organisasi untuk mengatur kebiasaan atau cara hidup kelompok tersebut. Melalui pengertian di atas dapat terlihat perbedaan pokok dari dua kata tersebut yaitu, moral merupakan cara atau kebiasaan hidup suatu seseorang/kelompok dan etika merupakan nilai-nilai yang membantu seseorang/kelompok tersebut untuk membedakan cara atau kebiasaan hidup yang baik dan yang buruk serta menuntun untuk melakukan kebiasaan hidup yang baik.

Contoh:  nyatanya  yaitu ketika seorang pengemudi  melakukan kegiatan menyuap petugas kepolisoan, hal ini menunjukan bahwa tingkat moral dari pengemudi tersebut kurang baik. Kemudian dengan adanya etika, pengemudi  tersebut dituntun untuk memperbaiki kebiasaan hidupnya dengan menghilangkan kebiasaan menyuap, karena menyuap petugas kepolisian  itu tidak baik. atau

(Sumber:http://tendik.kemdiknas.go.id/id/download/doc_download/50-etika-organisasi-pemerintahan)

  • Jelaskan perbedaan pokok antara paham kantianisme dan utilitariansime! Berikan contoh masing-masing!  Paham mana yang lebih banyak dianut oleh para profesional/Insinyur di bidang keteknikan? Mengapa?

Jawab:

A.)      Kantianisme adalah paham dimana setiap kita mengambil keputusan, kita harus membayang kan bagaimana bila kita adalah pihak yang dirugikan. Paham ini menjelaskan bahwa bila memang harus dilakukan sebuah tindakan, maka tindakan itu dilakukan tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.

(Sumber:http://samsenyum.blogspot.com/2011/05/ringkasan-tentang-aliran filsafat.html, April 2012).

B.)      Paham utilitariansime adalah suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang menguntungkan, berfaedah, dan yang berguna bagi orang lain, dengan tujuan mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan yang dilakukan. (Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Utilitarianisme)

  • Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian dalam kehidupan sehari-hari!

Jawab:

Dilema moral merujuk kepada sesuatu keadaan di mana terdapatnya konflik nilai dan memerlukan seseorang membuat pilihan nilai dan beri sebab atau justifikasi ke atas keputusannya. Dilema moral ini boleh terdiri daripada dilemma hipotetikal (direkakesusasteraan atau isi kandungan sesuatu disiplin) atau yang benar-benar (real-life), berlaku dalam kehidupan seseorang tersebut.

(Sumber:http://pendidikanmoral.um.edu.my/uploads/rujukan/pendekatan%20pendidikan%20moral.pdf)

Contohnya: semua objek fizikal bertindak mengikut hukum graviti.  Hukum-hukum ini membenarkan kita meramal bagaimana sesuatu badan semula jadi bertindak. Akan tetapi, selain mengikut  hukum-hukum semula jadi ini, manusia boleh memilih cara mereka bertindak dengan sengaja terhadap sesuatu peraturan, undang-undang, atau hukuman. Manusia berkebolehan menetapkan matlamat-matlamat hidupnya mengikut situasi-situasi tertentu, dan memformulakan peraturan-peraturan bagi mencapai matlamat-matlamat ini.  Walau bagaimanapun, mamusia juga boleh melanggar peraturanperaturan yang ditetapkan mereka sendiri. Kata-kata pujian dan marah, ganjaran hadiah dan denda bertujuan untuk memperkuatkan  pengesahan peraturan-peraturan ini dalam membatasi kelakuan manusia.

(Sumber: http://eprints.utm.my/6035/1/aziziyahmoral.pdf)

  • Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama dan kompetensi penunjang yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia!

Jawab:

harus mampu mengidedintifikasikan dan memecahkan semua masalah baik dibidang perancangan maupun perbaikan dari komponen sistem yang terintegrasi yang terdiri dari manusia, material, informasi, dan energi yang kreatif. Selain itu juga harus mampu mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampaknya terhadap lingkungan, juga memahami dan melaksanakan tanggung jawab dan etika profesi. Kompetensi penunjang yang harus dimiliki yaitu kemampuan bersosialisasi, berkomunikasi, sikap dan tutur kata yang baik, memiliki pengetahuan tambahan, serta bekerja sama secara efektif dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang dan akan dihadapi kelak….

Berbagai Cara Untuk Memaksimalkan Kinerja Otak

Januari 17, 2012

Otak  kita adalah sebuah superkomputer seberat 1,5 kg. Sebagai pusat kontrol yang mengendalikan hidup anda , otaklah yang menentukan bagaimana cara anda  berpikir dan berinteraksi dengan  orang lain. Otak anda jauh lebih  rumit dari komputer apapun dengan 100 juta milyar sel otak yang saling berhubungan satu sama lain.

Mengoptimalkan fungsi otak adalah suatu keharusan jika anda ingin mengeluarkan potensi diri anda semaksimal mungkin. Dan sementara anda berolahraga atau melakukan yoga untuk menjaga kondisi tubuh, seringkali latihan mental menjadi terlupakan. Berapapun umur anda, latihan mental memiliki efek  positif dan global pada otak anda. Dan inilah 14 cara untuk melakukannya:

1. Berlari untuk Sel Otak

 Para peneliti mengatakan bahwa orang yang melakukan banyak latihan fisik mungkin memiliki otak yang lebih baik. Peneliti di Salk Institute menemukan bahwa tikus yang suka berlari pada roda latihan mengalami pertumbuhan sel-sel baru dua kali lebih banyak pada otak daerah memori dan belajar. Para peneliti belum yakin dengan penyebabnya tetapi ada kemungkinan bahwa hal ini dikarenakan oleh latihan fisik yang tidak dipaksakan. Yang artinya, dengan menemukan cara untuk menikmati olahraga daripada terpaksa melakukannya dapat membuat anda menjadi lebih pintar juga. Jadi lakukanlah olahraga yang anda gemari, lari pagi dengan musik atau fitness dengan teman-teman anda untuk lebih menyegarkan otak anda.

2. Mencoba Hal Baru

 Pakar neurobiology dari Duke University, professor Lawrence C. Katz, Ph.D mengatakan bahwa menemukan cara baru dalam berpikir dan mencoba berbagai hal baru dapat meningkatkan fungsi dari daerah otak yang kurang aktif. Pada intinya cobalah lakukan apa saja yang dapat membuat anda keluar dari kebiasaan cara berpikir anda selama ini, misalnya mencoba berbagai masakan baru, pergi ke kantor melalui jalan lain, mengunjungi tempat-tempat baru atau mencoba membuat suatu karya seni.

3. Bertanya

cx1 Cara Cara Jitu Untuk Memaksimalkan Kinerja Otak Anda

Biasakan diri anda untuk selalu ingin tahu! Tanyakan kepada diri anda sendiri dan orang lain di sekitar anda tentang berbagai hal. Biasakan untuk bertanya “kenapa?” setidaknya 10 kali sehari. Otak anda menjadi terlatih dan kesempatan serta solusi akan muncul dalam kehidupan anda.

4. Tertawa

 Peneliti mengatakan bahwa tertawa baik untuk kesehatan. Tanpa peneliti harus memberitahu, seumur hidup kita sudah merasakan khasiat tertawa yang dapat mengurangi stress dan tekanan mental. Jadi tertawalah sebelum tertawa itu dilarang!

5. Menjadi Pecinta Ikan

Omega-3 yang banyak terkandung dalam ikan telah lama diketahui baik untuk jantung. Tapi penelitian terakhir mengungkapkan bahwa omega-3 juga baik untuk otak karena mereka membantu sistem sirkulasi yang memompa oksigen ke kepala anda dan meningkatkan fungsi membran yang mengelilingi sel otak. Orang yang banyak mengkonsumsi ikan atau omega-3 bisa memiliki keadaan mental dan kecerdasan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap depresi. Menyantap hidangan ikan seperti salmon, sarden, mackerel, dan tuna setidaknya 3 kali dalam seminggu adalah awal yang baik.

6. Menggali Ingatan

otak1 Cara Cara Jitu Untuk Memaksimalkan Kinerja Otak Anda

Lihatlah kembali album foto lama atau buku tahunan sekolah anda. Otak anda adalah sebuah mesin ingatan, jadi biarkanlah ia bekerja supaya tidak berkarat.

7. Kurangi Lemak

Lemak dapat mengurangi aliran darah yang mengandung oksigen ke otak anda dan menghambat metabolisme dari glukosa yag merupakan “makanan” untuk otak. Anda masih boleh mendapatkan 30% dari kebutuhan kalori perhari anda dalam bentuk lemak dan jauhi makanan ringan yang banyak mengandung lemak.

8. Bermain Teka-teki

Menyelesaikan teka-teki di waktu luang adalah cara yang baik untuk melatih otak anda dan menjaga kondisinya. Tidak masalah apakah itu teka-teki silang, jigsaw atau permainan logika. Tetapi lakukanlah dengan menyadari bahwa teka-teki tersebut hanyalah sebuah permainan untuk kesenangan.

9. Efek Mozart

 Frances Rauscher seorang psikolog di University of Wisconsin menemukan bahwa mendengarkan Mozart dapat meningkatkan kemampuan matematik dan ruang seseorang. Tetapi perlu diperingati bahwa tidak semua orang mengalami efek Mozart ini. Dan beberapa ahli juga mengatakan bahwa hal ini terjadi karena musik dapat membuat orang yang mendengarnya merasa nyaman dan rileks dan rangsangan yang serupa juga dapat menghasilkan efek yang sama. Bahkan ada satu penelitian yang menemukan bahwa dengan mendengarkan cerita maka otak kita juga akan semakin berkembang.

10. Meningkatkan Keterampilan

Beberapa rangsangan mental yang diulang-ulang sebenarnya baik untuk otak anda selama anda terus meningkatkan keahlian dan pengetahuan dasar anda. Kegiatan sehari-hari seperti berkebun, menjahit, membaca, mengisi teka-teki silang dapat berguna untuk kesehatan otak anda asalkan anda mendorong diri anda untuk terus melakukannya pada tingkat yang berbeda. Misalnya menjahit dengan pola yang lebih sulit, melukis dengan tehnik yang lebih sulit, atau mengerjakan teka-teki silang yang lebih besar dan sulit.

11. Olahraga (Physical exercise)

 Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani

Olahraga sedikitnya 10 menit setiap hari membuat mental menjadi lebih sehat, pikiran jernih, stres berkurang dan memicu timbulnya perasaan bahagia.

Bahwa olahraga membuat peredaran darah menjadi lancar, membakar lemak dan kalori, serta mengurangi risiko darah tinggi dan obesitas merupakan suatu hal yang diketahui umum. Riset terbaru menunjukkan suatu kelebihan lain dari aktivitas ini. Olahraga sedikitnya 10 menit setiap hari membuat mental menjadi lebih sehat, pikiran jernih, stres berkurang dan memicu timbulnya perasaan bahagia.

Secara lebih jelas Daniel Landers, profesor pendidikan olahraga dari Arizona State University mengungkapkan lima manfaat olahraga terhadap otak Anda.

    Meningkatkan kemampuan otak. Latihan fisik yang rutin dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan kesehatan mental. Karena olahraga bisa meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan mempercepat aliran darah menuju otak. Para ahli percaya bahwa hal-hal ini dapat mendorong reaksi fisik dan mental yang lebih baik.
    Membantu menunda proses penuaan Riset membuktikan bahwa latihan sederhana seperti jalan kaki secara teratur dapat membantu mengurangi penurunan mental pada wanita di atas 65 tahun. Semakin sering dan lama mereka melakukannya makan penurunan mental kian lambat. Kabarnya, banyak orang merasakan manfaat aktivitas itu setelah sembilan minggu melakukannya secara teratur tiga kali seminggu. Latihan ini tidak harus dilakukan dalam intensitas tinggi. Cukup berupa jalan kaki di sekitar rumah.
    Mengurangi stres olahraga dapat mengurangi kegelisahan. Bahkan lebih jauh lagi, bisa membantu Anda mengendalikan amarah. Latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan jantung dan membuat Anda lebih cepat mengatasi stres. Aktivitas seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, dan lari merupakan cara terbaik mengurangi stres.
  • Menaikkan daya tahan tubuh Jika Anda senang melakukan olahraga meski tak terlalu lama namun sering atau lama namun dengan santai melakukannya, maka aktivitas itu bisa meningkatkan hormon-hormon baik dalam otak seperti adrenalin, serotonin, dopamin, dan endorfin. Hormon ini berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Studi yang dilakukan di Inggris memperlihatkan bahwa 83 persen orang yang memiliki ganguan mental mengandalkan olahraga untuk meningkatkan mood dan mengurangi kegelisahan.

Landers mengatakan untuk orang yang menderita depresi ringan dan sedang, olahraga sedikitnya 16 minggu bisa menimbulkan efek yang sama dengan menelan obat antidepresi seperti Zoloft dan Prozac.

Sementara para peneliti di Duke University menemukan bahwa 60 persen orang depresi yang melakukan olahraga selama empat bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu dan setiap latihan selama 30 menit bisa mengatasi gejala ini tanpa obat. Meski tergolong langkah yang mujarab namun bukan berarti pengobatan bisa langsung dihentikan, apalagi bagi yang mengalami depresi berat.

  • Memperbaiki kepercayaan diriUmumnya semakin mahir seseorang dalam suatu jenis aktivitas, maka kepercayaan diri pun akan meningkat. Bahkan suatu riset membuktikan bahwa remaja yang aktif berolahraga merasa lebih percaya diri dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak melakukan kegiatan serupa.

12. Latihan Mental

Berikut ini adalah 12 cara melatih mental agar otak berkembang dengan baik. Cara-cara ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari University of California Berkeley, Amerika Serikat:

  • Latih kemampuan mengamati, supaya lebih tajam

Lihat sekeliling Anda dan rekam dalam pikiran apa yang Anda lihat dari yang sederhana sampai yang rumit.

  • Asah indera

Pastikan Anda mampu membedakan rasa makanan yang Anda sukai dan yang tidak Anda sukai. Terapkan juga pada pendengaran, penciuman, perabaan dan penglihatan.

  • Pikirkan nama-nama teman Anda dan pasangkan dengan nomor telepon mereka
  • Belajarlah sesuatu yang baru

Hal ini bisa berupa belajar mengenai piranti komputer, bahasa asing, dan lainnya.

  • Latih tangan Anda untuk mengikuti petunjuk otak

Belajarlah bermain piano atau alat musik lain, belajar mengetik, menjahit, membuat pekerjaan tangan seperti menyulam dan mengukur. Tekuni sebuah hobi.

  • Hafalkan sesuatu yang Anda sukai

Hal ini bisa berupa puisi, lagu, kalimat dari buku, resep, dan sebagainya.

  • Pelajari tanggal-tanggal penting

Entah itu tanggal ulang tahun teman, hari besar dan hari peringatan tertentu.

  • Gunakan buku referensi untuk mempelajari beberapa puluh nama

Seperti nama ibu kota negara bagian Ameratau negara-negara di Asia Tenggara atau yang lainnya.

  • Pelajari daftar kronologis suatu peristiwa tertentu

Misalnya sejarah Indonesia dari abad ke-4 sampai abad ke-15. Pecah dalam beberapa periode.

  • Ingat riwayat pribadi Anda

Apa yang sedang Anda lakukan minggu lalu pada jam yang sama? Bagaimana cara Anda melewatkan ulang tahun terakhir Anda? Dengan siapa Anda merayakan lebaran tahun lalu? Dan sebagainya.

  • Teliti ulang pengeluaran harian Anda

Ada beberapa banyak uang yang sekarang ada dalam dompet Anda? Apa yang Anda beli kemarin? Kapan terakhir kali Anda menambahkan uang tunai ke dalam dompet? Pengeluaran apa yang harus Anda lakukan selama tiga hari mendatang?

13. Nutrisi Sehat

Dulu banyak pakar meyakini bahwa nutrisi tidak secara signifikan mempengaruhi fungsi kognitif. Namun dewasa ini banyak penelitian yang membuktikan sebaliknya. Bahwa nutrisi ternyata sangat mempengaruhi fungsi kerja otak.

14. Manajemen Stres

Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik.